Pujawai Pura Penataran Ped, Nusa Penida, Klungkung
*** Pujawali Nyejer 5 Hari
Setiap enam bulan sekali bertepatan dengan rahinan Buda
Cemeng / Wage Klawu, di Pura Penataran Ped, Desa Ped, Nusa Penida dilaksanakan Upacara
piodalan. Dan warga Hindu dari seluruh Balipun datang berduyun-guyun
memanjatkan doa di Pura ini.
Dituturkan, walaupun nyejer selama lima hari, namun pamedek
sudah datang jelang pucak karya. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi macet
saat melaksanakan persembahyangan di pura yang sangat disakralkan masyarakat
Bali ini.
Tips Tangkil
Bagi yang sudah terbiasa (khusus Bagi warga Hindu di Bali
Daratan) tangkil / bersembahyang ke Pura Dalem Ped tentu tidak mengalami
kesulitan. Namun tidak ada salahnya, penulis mencoba memberikan tips
bertirtayatra ke Pura ini.
Bagi pemedek yang akan tangkil pada karya piodalan, bisa
melalui tiga lokasi. Lokasi pertama ada di Sanur dengan naik Boat dengan jarak
tempuh sekitar 30 menit, dengan membayar Rp 65 ribu sekali menyeberang. Dari sanur
ini kondisi ombak lumayan besar. Namun, ada jarak yang paling dekat melalui
pelabuhan Kusamba, Klungkung. Di Kusamba ada empat pelabuhan Yakni Pelabuhan
Pesinggahan, Pelabuan Tribuana, Pelabuhan Kampung Kusamba dan Pelabuhan Banjar
Bias. Tariff dari Kusamba rata-rata Rp 55 ribu sekali perjalanan dengan jarak
tempuk hanya 15 menit saja. Dan bisa menyeberang dari pukul 7 pagi dan bisa
kembali lagi kedaratan lagi paling lambat pukul 15.30 wita. Dan satu lagi
tempat penyebrangan melalui pelabuhan Padang Bai, Karangasem dengan menggunakan
Boat dan Kapal Roro yang hanya melayani satu kali penyeberangan pada siang hari
saja.
Dan bagi pemedek yang langsung balik, bisa melalui pelabuhan
tempat mendarat (ada 7 pelabuhan di Nusa Penida) dengan memesan tiket terlebih
dahulu untuk kenyamanan dengan tariff sama seperti sebelumnya.
Jikapun mekemit, pamedek bisa berada diwantilan pura,
ataupun bisa mencari penginapan disekitar pura dengan tariff Rp 75 sampai Rp
500 ribu permalam.
Biasanya pemedek yang makemit akan melanjutkan
persembahyangan ke pura lainnya di Nusa Penida seperti Pura Goa Giri Putri dan
Pura Pucak Mundi. Jika sembahyang berkelompok pemedek juga bisa menyewa mobil
langsung sopirnya yang mengantarkan langsung ke pura yang dituju. Selain itu
juga bisa menyewa sepeda motor yang banyak disediakan di dekat pelabuhan atau
rumah-rumah warga sekitar.
Dan terakhir, untuk makanan juga disekitar pura banyak
warung dan rumah makan yang menyediakan makanan khas Nusa Penida ataupun
makanan Indonesia lainnya, dengan harga cukup terjangkau.
Khas Benang Tridatu
Yang menarik dan mungkin menjadi kebiasaan umat yang
bersembahyang pada saat sembahyang ke pura Dalem Ped, utamanya pada urutan ketiga
di Pura Ratu Gede, adalah nunas benang tridatu. Dan benang diberikan secara
gratis kepada pemedek dan juga bisa nunas untuk semeton dirumah. Benang-benang
sebelum diberikan kepada pemedek ini biasanya dipasupati terlebih dahulu.
Selain benang tridatu satu lagi yang menjadi kebiasaan adalah
nunas tirta. Pamedek yang tangkilpun tidak perlu repot membawa jirigen, karena
di warung-warung depan pura hampir semua menjualnya khusus disediakan untuk
pemedek. Saat nunas tirta, jirigen-jirigen dengan ukuran terkecil isi dua liter
ini, biasanya dililiti kain warna poleng khas warna rwa bhineda di pura dalem
ped.Urutan Sembahyang
Di Pura Penataran Ped ini ada empat pura utama yang menjadi
tuntunan untuk melaksanakan persembayangan. Mulai dari Pura Segara, kemudian
lanjut ke Pura Taman, yang ketiga ke Pura Ratu Gede dan terakhir di Pura
Penataran. Wargapun mempercayai persembahyangan harus diikuti sesuai alurnya
dan banyak yang sudah mengalami salah urutan menimbulkan masalah.
Untuk waktu, empat kali persembahyangan ini bisa
menghabiskan waktu antara satu hingga dua jam, tergantung ramainya pemedek. Dan
jika pucak karya biasanya sampai tiga jam lamanya menunggu antrean. Dan selama
menunggu antrean banten ataupun canang haturan pemedek bisa ditempatkan di
tempat canang dan banten yang sudah disediakan prajuru pura.
4:42 PM
BALI NEWS



